Skip to content


FREEPORT- A National Tragedy

Corrupt Contract atau Perampokan?

*

Tambang Freeport adalah asset dan sumber kekayaan nasional yang perlu diperjuangkan bukan hanya demi kepentingan rakyat setempat di Irian-Jaya, tetapi juga demi kepentingan dan kesejateraaan seluruh bangsa Indonesia secara merata.

*

Kontrak yang ada sekarang ini jelas-jelas tidak menguntungkan negara dan bangsa Indonesia, apalagi penduduk Irian-Jaya. Karena itu kontrak Freeport perlu di reevaluasi dan di-PANSUS-kan di gedung DPR. Bila terbukti adakanya tindakan yang menyalahi konstitusi dan UUD 1945 dalam melindungi kekayaan alam Indonesia, maka corrupt contract ini perlu dibatalkan apapun resikonya dan penggalian tambang emas dan batubara di Freeport perlu di hentikan segera.

*

Bila tekanan dan tantangan International terlalu besar, maka tambang Freeport perlu di nasionalisasikan sebagai jawaban dari tekanan dan tantangan International demi kepentingan penduduk setempat dan rakyat Indonesia secara menyeluruh.

*

Sesuai dengan tuntutan di Konstitusi dan UUD 1945, semua sumber daya alam Indonesia harus dilindungi dan diproteksi dari cengkeraman dan invasion dari giant Corporations dari negera-negara maju. Karena itu, saya menghimbau keapada anggota DPR untuk segera mem-PANSUS-kan FREEPORT.

*

Link to Videos:

Tambang Freeport Irian-Jaya

Posted in Tambang FREEPORT.

Presiden SBY: “Suka tebar pesona, tanpa hasil kerja yang nyata”

  

 

Northern CaliforniaJanuary 28th, 2010,

*

Open Letter to President SBY and his Cabinet Ministers

*

Apa artinya program kerja 100 hari kalau yang ada hanya a long laundry list?

*

What is so great being a President if he is unable to resolve the most critical and pressing issues facing the nation of Indonesia and maintaining status quo with a long laundry list of program that do not have any impact to eliminate Indonesia’s massive debts, massive unemployment and poverty.

*

The Central Government spending is getting bigger and bigger, those big bosses who are sitting at the Executive Branch of Government continue to demand to get raised for their based salary and luxurious treatments to drive a brand new vehicle like Toyota Crown Majesta. Meanwhile, the millions and millions people of Indonesia continue unemployed and live under poverty line and unemployed! What an insult!

*

And all what the President SBY’s administration and his cabinet Ministers could do was to come up with a long laundry list that do not have any impact whatsoever to the life of those poor millions and millions of Indonesia people who are now still living below poverty line, being unemployed for so long and the central government continues to stack up the massive debts.

*

How arrogance and what an insult to the injury for any Government official under SBY’ administration to pronounce success for making those laundry lists for the first 100 days in his second term in office, just like what his Minister, Mr. Hatta Rajasa claimed recently.

*

Apalah artinya menjadi seorang Presiden bila tidak mampu memecahkan masalah kritis yang dihadapi bangsa dan negara Indonesia untuk bisa menghapuksna hutang Indonesia yang begitu besar, mengurangi begitu banyaknya pengganguran dan kemiskinan.

*

Pengeluaran Pemerintah Pusat semakin tahun semakin meningkat karena pejabat tinggi terus menuntut kenaikan gaji dan pelayanan mewah. Sementara itu, penggaguran semakin tinggi dan kemiskinan semakin besar dan hutang Indonesia dalam dan luar negeri semakin menggunung, Kesenggangan antara si miskin dan si kaya raya semakin besar.

*

Sudah begitu, yang bisa dilakukan oleh President SBY dan Menteri-Menterinya hanyalah mengeluarkan rencana program kerja yang panjang yang tidak ada impak dan artinya buat jutaan rakyat Indonesia yang masih hidup dalam kemiskinan, yang sudah menganggur puluhan tahun dan hutang Indonesia semakin hari semakin membengkak setinggi gunung Hilmalaya dan seluas lautan Pacific.

*

Betapa tidak tahu dirinya para pejabat dan wakil rakyat dan hal ini adalah penghinaan terhadap penderitaan rakyat Indonesia bagi seorang pejabat seperti seorang Hatta Rajasa yang mengklaim telah success 100% dalam menjalankan program pemerintah!

*

Apanya yang sukses bila program yang ada hanya a laundry list yang tidak ada dampaknya terhadap kehidupan rakyat Indonesia, khususnya mereka yang masih hidup dalam cengkeraman kemiskinan dan penderitaan karena susahnya mencari lapangan kerja dan mahalnya kebutuhan hidup sehari-hari.

*

Apalah artinya menjadi pemimpin bangsa, bila seorang Presiden dan segudang Menteri-Menterinya tidak bisa memecahkan cukup 3 masalah saja yang sedang dihadapi bangsa dan negara Indonesia:

*

1. Menghapuskan hutang-hutang Indonesia

*

2. Meningkatkan nilai currency Rupiah terhadap Dollar, paling tidak sama nilai seperti ditahun 1980’an

*

3. Mengurangi pemborosan pengeluaran Pemerintah Pusat

*

Kapan hutang-hutang ini akan dilunasi? Jangan cuma memanage hutang-hutang itu saja, tambal sulam. Kalau nggak hutang Paul untuk bayar Peter, ganti hutang achong-achong untuk bayar Peter. Itu sih nggak ada bedanya, same old story!

*

Apakah Indonesia dan rakyatnya harus terus menerus menanggung hutang-hutang ini seumur hidup bahkan sampai anak cucu dari generasi ke generasi?

*

Bernarkah para pemimpim kita hanya bisa tambal sulam dalam mengatasi masalah ini karena besarnya hutang dan ketidakmampuan mereka untuk mencari jalan pemecahanya?

*

Kenapa hutang ini telah dibiarkan begitu lama mencekik leher bangsa Indonesia?

*

Kami; rakyat Indonesia generasi penerus, tidak percaya bahwasanya masalah ini tidak bisa dipecahkan dan kami tidak bisa menerima bila hutang ini harus dibiarkan mencekik leher bangsa Indonesia lebih lama lagi.

*

Sudah lebih dari 60 tahun, berapa lama lagi bangsa Indonesia harus menderita karena hutang negara dan ketidakmampuan generasi tua dalam mengelola sumber daya alam dan kekayaan negara Indonesia.

*

Apalah artinya tebar pesona, bila tanpa hasil kerja yang nyata?

*

Untuk selengkapnya silahkan click link dibawah:

*

 

 

menagih-janji-kampanye-dan-tantangan-indonesia-5-tahun-kedepan

*

Posted in Campaign Promises.